11 April 2017
STPPH Luncurkan Program Magister Pariwisata Berbasis Industri
Kurangnya tenaga profesional di bidang bisnis pariwisata di Indonesia menjadi tantangan terbesar dalam memanfaatkan peluang bisnis industri pariwisata
Pemukulan_Gong_Launching_MPar.jpg
Rektor UPH Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Melakukan Pemukulan Gong sebagai Simbolisasi Peresmian Peluncuran Program Magister Pariwisata STPPH  
 

Kurangnya tenaga profesional di bidang bisnis pariwisata di Indonesia menjadi tantangan terbesar dalam memanfaatkan peluang bisnis industri pariwisata. Hal ini disampaikan Dr. Diena Mutiara Lemy, A.Par, M.M.- Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan, pada acara peluncuran Program Magister Pariwisata Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) pada Senin, 10 April 2017, di kampus STPPH Karawaci, Tangerang.

 

“Melalui dibukanya program Magister Pariwisata ini, kami ingin berkontribusi menghasilkan insan pariwisata bagi Indonesia, yang menguasai ilmu di bidangnya, beriman dan memiliki karakter yang memuliakan Tuhan. Upaya ini tentunya didukung pengalaman dalam menyelenggarakan pendidikan pariwisata sejak 1995, tim pengajar yang kompeten dan berpengalaman, serta networkingdengan industri,” jelas Diena.

 

Menurut Diena, keunggulan program Magister Pariwisata STPPH terutama berkonsentrasi pada penddidikan yang memampukan peserta didik untuk siap membuka bisnis di bidang pariwisata. 

 

Magister_Pariwisata_UPH_5.jpg 

“Hal ini mengingat bisnis ini masih  terbuka luas. Terutama pada empat bidang yaitu bisnis hospitality, travel, destinasi  dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition),” tambahnya.

 

Lebih lanjut dia menambahkan, beberapa hal yang menjadi tantangan dalam bisnis pariwisata adalah, kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing tidak hanya dengan sesama lulusan dari pendidikan pariwisata di Indonesia, tetapi juga dengan lulusan di bidang pariwisata dari ASEAN yang semakin terbuka lebar. Tantangan kedua dalam hal penyediaan infrastruktur yang dapat mengangkat destinasi pariwisata indonesia ke dunia internasional. Dan tantangan ketiga, bagaimana mengangkat pariwisata indonesia menjadi pariwisata yang berkelanjutan, yaitu pariwisata yang bertanggung jawab dan memperhatikan kelanjutan hingga generasi ke depan.

 
 

Hal tersebut sudah diantisipasi STPPH dengan program studi yang memenuhi kebutuhan pendidikan kepariwisataan yang berwawasan luas, dengan keterampilan di bidang pengembangan dan perencanaan pariwisata, teknik penelitian, studi budaya regional dan lintas budaya serta pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.  Bahkan, mahasiswa STPPH diperlengkapi dengan berbagaisoft skill dan pengetahuan khusus di bidang bisnis pariwisata dengan pelatihan berbasis industri dan studi lapangan.

 

Melalui program Magister Pariwisata STPPH, Diena optimis mampu meningkatkan kualitas profesional di bidang bisnis pariwisata indonesia serta mampu mengambil peluang bisnis industri pariwisata yang bertumbuh pesat.

 

Program Magister Pariwisata akan dimulai pada bulan Agustus 2017.  Terbuka untuk  lulusan sekolah tinggi pariwisata dan juga sarjana dari berbagai bidang, namun untuk lulusan di luar bidang pariwisata harus mengikuti  matrikulasi. Perkuliahan dilakukan di kampus STPPH Karawaci, Tangerang, setiap Jumat dan Sabtu, sehingga dapat diikuti oleh profesional sambil tetap bekerja.

 

Launching Magister Pariwisata STPPH diluncurkan bersamaan dengan dilangsungkannya acara tahunan STPPH yaitu HOSPITOUR. Acara tersebut mengangkat tema “The Role of Tourism Higher Education in Responding to The Dynamic Trends in Sustainable Tourism-Creative Opportunity in Gastronomy”. Peresmian dibukanya program Magister STPPH ditandai dengan pemukulan gong lima kali oleh Rektor STPPH Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng. Sc. dan dilanjutkan seminar dengan narasumber yang mumpuni di bidangnya, yaitu Prof. Dr. I Gde Pitana,M.Sc., (Deputi Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran Mancanegara), Indra Ketaren (Ketua IGA-Indonesia Gastronomy Association) dan Mandif Warokka (Chef Restorateur dan Praktisi Gastronomi Indonesia).

 

Diena berharap melalui HOSPITOUR 2017, dapat membuka wawasan mahasiswa STPPH di bidang gastronomy yang merupakan salah satu sudut pandang bisnis dalam industri pariwisata. Peluang bisnis creative di bidang gastronomi sendiri juga sangat luas, sehingga mahasiswa diharapkan dapat mempertimbangkan gastronomi sebagai rencana masa depan mereka.

 

Rangkaian acara HOSPITOUR sendiri masih berlangsung sampai tanggal 12 April 2017, dengan berbagai program acara diantaranya, seminar, Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Workshop, dan berbagai kompetisi. (rh)