08 Desember 2017
Mahasiswa STPPH Kenalkan Wisata Kuliner Tangerang melalui Karya Tugas Akhir
Ada yang menarik pada acara peluncuran buku karya tugas akhir mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) yang berlangsung pada 29 November 2017, di ruang serba guna MYC Kampus UPH, Karawaci.
IMG_6344.jpg
(ka-ki) Michael Thomas dan Samuel Riyandi saat Mendisplay stand Buku Benteng kota Kuliner
 

Ada yang menarik pada acara peluncuran buku karya tugas akhir mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) yang berlangsung pada 29 November 2017, di ruang serba guna MYC Kampus UPH, Karawaci. Semester ini ada 18 buku karya tugas akhir mahasiswa yang diluncurkan.  Salah satunya buku berjudul ‘Benteng kota Kuliner’ yang mengangkat panduan wisata kuliner Tangerang, karya Michael Thomas Suryadi, dan Samuel Riyadi.

 

Secara garis besar, buku Benteng kota Kuliner ini berisi informasi makanan, minuman, dan produksi pangan olahan khas kota Tangerang, yang disertai dengan informasi sejarah, alamat dan harga dari berbagai makanan tersebut.

 

“Tidak hanya informasi makanan dan minuman saja, tapi kami juga memberikan informasi mengenai sejarah Tangerang, asal usul nama Tangerang itu sendiri, setelah itu potensi wisata kuliner Tangerang. Hal ini dikarenakan kota Tangerang ini merupakan satu-satunya kota yang memiliki potensi kuliner yang dikembangkan”, jelas Michael.

 

Uniknya, Michael juga menjelaskan bahwa setelah melewati serangkaian riset, mereka belum menemukan buku sejenis yang pernah dibuat dan diterbitkan. Oleh sebab itu mereka mulai mengambil langkah lebih lanjut, mencari penerbit dan mendaftarkan pada ISBN. Buku ini juga  telah diserahkan ke perpustakaan nasional.

 

Proses pembuatan buku ini sendiri tidak semuanya mulus dan lancar. Beberapa  tantangan juga dihadapi, contohnya beberapa target penjual kuliner tidak mau untuk diwawancara pada saat kunjungan.

 

“Untuk mengatasi pihak-pihak yang tidak bersedia, kami meminta surat rekomendasi kepolisian setempat untuk memastikan kegiatan kami untuk keperluan penelitian. Itupun tidak sertamerta pedagang kuliner yang kami datangi langsung bersedia. Memang sangat disayangkan, karena beberapa yang menolak justru pedagang kuliner yang sangat direkomendasikan,” jelas Michael.

 

Kegiatan peluncuran buku dan pameran  ini sendiri menurut Dr. Diena Mutiara Lemy, A.Par, M.M., Ketua STPPH merupakan sebuah wadah untuk mahasiswa STPPH mempresentasikan karya mereka kepada publik.

 

“STPPH memberikan beberapa pilihan untuk tugas akhir  mahasiswa tidak hanya dalam bentuk skripsi, tapi juga membuat karya buku dan pengabdian masyarakat. Pilihan ini memberi kesempatan bagi mereka untuk berkreasi dari apa yang sudah dipelajari selama ini di STPPH. Jadi silahkan untuk mencari ide apa. Mungkin mereka memiliki passion terhadap kuliner, passion terhadap patisseries, atau mungkin ingin menjadi pusat informasi hospitality dari sebuah buku yang berisikan informasi mengenai tempat-tempat makanan yang populer”, jelas Diena.

 

Melalui pameran dan hasil karya ini, Diena juga berharap bahwa buku ini tidak hanya menjadi koleksi pribadi tapi juga dapat didaftarkan sehingga khalayak umum dan publik dapat membacanya, dan untuk poin tersebut, Buku Benteng ini telah berhasil mendapatkannya. (tm)

 
IMG_6346.jpg
Kecap Benteng 'SH' juga dihadirkan di stand Benteng ini, Kecap yang telah berdiri selama 4 Generasi ini Sering Dipakai menjadi Oleh-Oleh khas Tangerang